BaNgKit DaRi KeTerpuRukAn
Jika
seseorang diberi kemiskinan atau kekurangan, sesungguhnya ia diuji
dengan kemiskinan dan kekurangannya itu. Apakah ia bisa bersabar &
tabah menerima segala kesulitan hidup yang dialaminya. Sedangkan jika
diberikan kekayaan dan kesebihan ia juga sedang duji dengan itu. Apakah
kelebihan itu ia bisa memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik dan tidak
melupakan Allah sebagai Yang Maha Kuasa yang memberi semua itu untuknya.
Banyak sekali orang yang sombong, merasa semua kelebihan itu adalah
miliknya, padahal semua itu pemberian sekaligus ujian dari Allah. Itulah
yang terjadi pada seorang pengusaha dibidang travel yang memiliki
pengalaman pahit yang datang ke Rumah Amalia.
Beliau bertutur
ketika menjelang lebaran peristiwa pahit menimpa dirinya. Dia berpikir
untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, karena ada
perbedaan jatuhnya hari raya menyebabkan kerugian yang cukup besar.
Sampai akhirnya menjual semua asetnya untuk menutupi hutang. Kondisi
itulah yang menyebabkan tekadnya semakin bulat untuk bershodaqoh di
Rumah Amalia. Dulu dirinya orang yang tidak pernah percaya untuk apa
orang bershodaqoh, hanya buang2 duit. Beliau belum mengerti shodaqoh
adalah logika keberkahan. Dikala orang dalam kondisi senang atau susah,
bahagia atau derita, diposisi puncak karier atau dibawah, shodaqoh
memberikan kebahagiaan, kesehatan, keselamatan & berlimpahnya rizki.
tekadnya untuk bershodaqoh karena Allah membuatnya menjadi yakin bahwa
rizki Allah yang mengaturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar